Rabu, 23 Oktober 2019

Nyali Tak Sebesar Angan


Terlintas indah di laju hayalku
sebuah kisah usang berparas rindu.
Ketika masih berbaju biru.
Di rumah baru kala itu.
Saat itu aku berada di depan pintu.
Habiskan waktu supaya berlalu.
Sembari memandang jauh.
kudengar tawa sadarkan anganku.
Aku melihatnya seketika jantungku terpacu.
Diwajahnya terukir senyum tulus menerangangi hati ku yg kelabu.
Sampai - sampai buyar bosanku.
Masih merindukan senyum itu walau telah lama berlalu.
Kala itu ingin rasanya mengungkapkan sesuatu.
Tapi nyaliku tak sebesar anganku.
Begitu indah dirimu.
Hingga aku merasa tak pantas untukmu.
Kini tak akan pernah bertemu.
Sejak kita tinggalkan rumah itu.
Tanggalkan baju biru, memasang baju abu.
Kau pergi jauh tinggalkan cerita lalu.
Masih disini di sudut waktu.
Rindukannya dengan hati yang menggebu.
Biarlah tersimpan dan tertutup abu.
Dalam hayalku semua menyatu.
Bukan ku terjebak di masa lalu.
Sekedar cerita kisah dahulu.
head>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berilah komentar anda pada tulisan kami