Senin, 29 Oktober 2018

Belum terlambat teman


Sikapmu terhadap mereka
mengingatkanku akan masa ku dulu.
Ketika kekanak - kanakan
masih mendominasiku.
Nasihatnya adalah gangguan buatku.
Pintanya adalah beban bagiku.
Yang kadang ku tak peduli dan tak mau tahu.
Teruu..s berulang - ulang
selalu saja begitu.
Entah setan apa yang merasukiku dulu.
Teman, sudahlah.
Beruntungnya kau
masih memiliki keduanya.
Tetapi yang kulihat adalah
kau masih menyia - menyiakan mereka berdua.
Bersikap baik dengan orang lain, dan tak ramah kepada keduanya.
Teman sudah lah,
Pandang lah wajahnya,
Kau sadar atau tidak
wajah yang kian lesu dan keriput,
rambut yang mulai memutih,
dengan pandangan yang mulai samar - samar.
Perhatikan langkahnya,
tertatih - tatih tak setegar dulu.
Seakan isyarat agar
kau tak hilang peduli.
Teman bila kau bertambah dewasa,
Mereka akan semakin tua.
Berikan warna indah dalam hari - harinya.
Hidup hanya sekali,
dan memiliki merekapun hanya sekali.
Berikan bakti terbaikmu,
sikap terbaikmu,
dan kata - kata terbaikmu.
Bila sudah tiada baru terasa.
Kehadiran mereka tak ternilai harga.
Bahkan omelan dan ocehan
yang dahulu buatmu kesal dan bosan
akan menjadi nyanyian indah tak terlupa.
head>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berilah komentar anda pada tulisan kami