Waktu berlalu amat cepat,
Meninggalkan rasa,
Membentuk luka dan gembira,
Adakah kunikmati itu ?,
Berjalan di dalam garis putih,
Yang kadang menyentuh garis hitam
Sadar atau tak sadar,
Begitulah kehidupan bekerja,
Mampukah kunikmati itu ?,
Membuatku bingung sesekali,
Aku sampai di persimpangan,
Jalannya gelap menakutiku,
Dua lentera ditanganku
Tak bercahaya lagi,
Hanya tersisa lilin kecil bersumbu,
Kubawa lilin itu,
Dan berjalan dikegelapan,
Hanya mampu sekedar
Menerangi tubuhku saja,
Lelehan lilin itu mengenai tanganku,
Terasa sakit sampai ke hati sanubari,
Kulepaskah lilin ini?,
Sebab rasa sakit yang dalam ini?
Atau terus berjalan
Membawa asa menahan rasa?
Berharap temukan satu lentera baru,
Yang lebih besar dan lebih terang,
bercahayakan kesenangan dan ketenangan,
Kan kugenggam erat tak ku lepas,
Hingga luput sang kelam,
Meninggalkan rasa,
Membentuk luka dan gembira,
Adakah kunikmati itu ?,
Berjalan di dalam garis putih,
Yang kadang menyentuh garis hitam
Sadar atau tak sadar,
Begitulah kehidupan bekerja,
Mampukah kunikmati itu ?,
Membuatku bingung sesekali,
Aku sampai di persimpangan,
Jalannya gelap menakutiku,
Dua lentera ditanganku
Tak bercahaya lagi,
Hanya tersisa lilin kecil bersumbu,
Kubawa lilin itu,
Dan berjalan dikegelapan,
Hanya mampu sekedar
Menerangi tubuhku saja,
Lelehan lilin itu mengenai tanganku,
Terasa sakit sampai ke hati sanubari,
Kulepaskah lilin ini?,
Sebab rasa sakit yang dalam ini?
Atau terus berjalan
Membawa asa menahan rasa?
Berharap temukan satu lentera baru,
Yang lebih besar dan lebih terang,
bercahayakan kesenangan dan ketenangan,
Kan kugenggam erat tak ku lepas,
Hingga luput sang kelam,
Hingga hilang raguku melangkah.
head>

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berilah komentar anda pada tulisan kami