Sabtu, 19 Oktober 2019

Delapan Bulan



Sudah delapan bulan aku teguhkan hati disana,
di sumur tua tempat tunas bangsa berkumpul ria,
Yang berdesakan demi air nan suci bersahaja,
Sampai akhirnya kebodohan mengundang kemalasanku,
Membiarkan para tunas layu dan rapuh,
Sebab timba yang kubawa terlalu kecil tuk sebuah sumur tua,
Di malam ini aku renungkan,
kebodohan demi kebodohanku menyulut murka,
Terlalu sering terulang,
Suka dan tawa bisa saja sirna,
Beberapa tali itu mungkin saja akan putus,
Tinggal menunggu waktu sampai kasih terhapus,
Ku yakin pedang itu pasti akan terhunus,
Menusuk cepat tepat dijiwa,
Tak sanggup ku kembali dan memperbaiki,
Sebuah konsekuensi yang mesti kuterima.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berilah komentar anda pada tulisan kami