Sabtu, 15 Juni 2024

Suaraku Tak Membuka

Bayangkan ku bersuara

Seakan kita bercerita

Tentang warna yang ada

Tentang mimpi yang sama


Selalu rasa kan berkata

Seperti yang seharusnya

Suaraku tak dapat membuka

Dan tak akan pernah terbuka


Saat langitku berwarna

Mimpiku tak bicara

Untukku memendam masa

Dan tersenyum seperti biasa






















Kamis, 05 Oktober 2023

Salah Arti

Puisiku yang indah tak sempurna

Bersama nyanyian malam ku bersuara

Tuk hibur malamku yang tak biasa

Sebab salah mengartikan rasa


Yang bertanya tentang hidupnya

Jalan berbeda tanpa rasa yang serupa

Satu kata hapuskan segalanya

Sebab salah pahami makna


Tertidur lagi mengingat kita

Yang tak mengerti jalan cerita 

Selalu berlalu begitu saja

Pelampiasan dari kesepiannya


Penantian yang tak pernah berarti

Dan mimpi yang teranjur kunikmati

Berbisik indah padanya yang mati

Jauh mimpiku dengan yang kucari





 

head>

Senin, 30 Januari 2023

Cerita Malam si Pendiam

Dapatkah kau menghilang

Agar ku kembali tenang

Mungkinkah kan pulang

Aku tak akan pernah datang


Tidak seperti saat itu

Yang selalu hadirkan waktu

Dihadapan jurang dan dindingmu

Mencoba untuk lupakan sesalku


Sang penghibur telah mati

Meninggalkan ku saat bermimpi

Mungkin semua telah pergi

Sebuah keadaan yang tak kupahami


Seindah kisah adam dan hawa

Yang kita mulai dari surga

Merubah cerita jarak bermula

Seperti tidak ada apa-apa


Hal buruk dari rasa terpendam

Suguhkan jurang kian dalam

Yang mulai tuliskan cerita diam

Berhasil mengoyakku waktu malam


Hari hari yang ku lalui

Penuh tanya di dalam hati

Yang menjauh dan yang sembunyi

Membuatku merasakan yang tak terjadi


Jelas ini adalah jawaban

Dari sebuah pahitnya kenyataan

Memaksaku untuk tuliskan

Cara terindah untuk lukiskan

head>

Sabtu, 28 Januari 2023

Sang Penunda

Siapakah dirimu dimasa depan

Adakah aku mengenalmu 

Pernahkah kita bertemu

Apa mungkin aku ada di situ

Atau aku sudah menjadi masa lalu


Ku ingin si penunda cerita

Tuk lanjutkan kisah yang sudah ada

Segala rasa penasaranku

Tentang sosok yang tak tentu

Siapapun kau dirimu adalah diriku

Langkahmu itu langkahku

Rasamu adalah rasaku


Andai terlingkar dalam suratan

Sesulit apapun masa depan

Singkirkan mata keraguan

Tanganku tak akan berapi

Lidahku tak berpedang

Aku adalah air penyembuh luka

head>

Rabu, 25 Januari 2023

Mimpi Terindah

Diatas perahu kayu aku mendayung untuk seberangi danau berkilau. 

Lelahku mendayung menuju dataran pulau di tengah danau.

Tersekat tirai sutra terbentang dari ufuk timur ke ufuk barat menetupi pulauku.

Ku lewati tirai beraroma harum yang tak dapat terbayang.

Sampailah ketujuan dengan lelah yang terbayar.

Kilauan cahaya putih silaukan mataku memandang sayu.

Hamparan cahaya akasia takjubkan batinku.

Tak ada kegelapan, sudut dan sisi dipenuhi tebaran sinar seperti kunang - kunang.

Di tempat yang tak pernah ku datangi seperti aku bermimpi.

Waktu tak berlaku di duniaku yang baru.

Mata bidadari putih berseri menyambut diriku yang gelap.

Sesekali tertunduk malu bagai kelopak melati.

Beberapa berlalu berjalan indah diatas jembatan kayu.

Kakiku melangkah tinggalkan perahu kayu untuk menggapai bidadariku.

Biarkanlah dia sembunyikan senyum dibalik sedihnya.

Pinjamkan aku sayapmu kali ini saja tuk dapatkan tempat disana.

Tak akan ada lagi aku di tempat yang aku tuju.

head>

Rabu, 11 Januari 2023

Ketakutanku

Apa yang akan terjadi dalam hidupku

Masih berdiri menunggu waktu

Mencoba tenang dalam renungku 

Bisakahku redakan ketakutanku

Yang datang tepat di hadapanku

Menjalani kisah dalam jerujiku

Keluarkan aku dari jalan berliku

Tak ada yang mengerti maksudku

Api kedengkian para pemangku

Mengapa percikannya mengenaiku

Hati busuk kalian semoga tetap beku

Untuk mu si Pemangku dungu 

Dengarlah suara yang kau anggap semu

Benahi semua yang telah berlalu

Di bawah langit di atas rumput hijau

Teringat pada bintangku yang satu

Menyembunyikan cahayanya di langit biru

Menutup diri bersama awan kelabu

Cahaya terangi gelapnya jiwaku

Yang kini coba tuk hindari sinar mataku

Mencoba tuk uji kesabaranku

Sugguh menambah kesal dan jemu

Sejak sinarmu redup, dalam gelap ku terbelenggu 

head>

Selasa, 10 Januari 2023

Sesingkat Cahaya Pelangi

Di dalam sebuah cerita

Terdapat warna yang indah

Melukis semua kisah

Tak akan pernah terlupa

Untuk semua yang ada

Tak ada yang berbeda

Warna yang secerah biasa

Biarkan seperti semula

Pelangiku sebentar saja

Tak bisakah lebih lama

Di tempatku yang hampa

Beri aku setitik warna

Yang tak dapat ku terima

Dari perjalanan singkat kita

Masih adakah semua rasa


Apa artinya menjadi sempurna

Apa manusia bisa mencapainya

Sedang sempurna hanya milikNYA 

Kau tak akan mendapatkannya

Meski kau sangat menginginkannya


Berbaringlah diriku yang lelah

Semua yang ku inginkan tak nyata

Dari kita semua yang tercipta

Mengarlirlah semua rasa

Lepaskanlah segalanya

head>

Sabtu, 07 Januari 2023

Sore Yang Hampa

Aku tak akan marah dan bertanya

Tentang hayalan yang ku punya

Aku mengerti hanya ekspektasi

Akan tetapi untuk apa semua ini

Di sore yang indah nan hampa

Mau kah kau bercerita

Tentang sesuatu yang berarti

Aku rasa semua tak peduli

Lanjutkan hidup yang ceria

Mungkinkah akan bersama

Di keramaian aku merasa sunyi

Sebuah kisah yang terlewati

Adakah bisa hilangkan duka

Akan kucari walau disudut kota

Yang datang goreskan luka di ulu hati 

Tolong jangan kembali lagi

Sebatas hayalan belaka

Sesingkat sebuah cerita

Tak akan lagi ku ulangi

Rokok dan gitar temani hari

head>

Manusia Punya Pilihan

Selang waktu berjalan

Tentang sebuah ikatan

Entah ini sebuah pertemanan

Atau persahabatan

Tak mampu lagi disebutkan


Mudah kusimpulkan

Menjalani sebuah peran

Perlu kesabaran

Kita tidak dibutuhkan

Cara yang halus dalam penolakan


Jangan beri harapan

Ungkapkan dengan kejujuran

Ucapkan dan putuskan

Berhenti atau lanjutkan


Memang takdir di tangan Tuhan

Tapi kita bebas dalam pilihan

Mungkinkah keberadaan diperlukan

Akan ku balas dengan kebahagiaan

Yang tak pernah dirasakan


Tak akan ada penyesalan

Bila diri ini adalah sebuah beban

Tinggalkan dalam kekecewaan

Menanggung semua kepedihan

Kutahan walau menyakitkan

Aku tenang dalam kesendirian

head>

Kamis, 05 Januari 2023

Sebuah Kesadaran akan Keberadaan



Bukan sebuah kesalahan

Tetapi pengalaman

Berdiri dalam dunia tipuan

Butuh sikap kedewasaan

Walau penuh kepalsuan

Yang jauh dari kebenaran

Hadapi dengan senyuman

Sebab berjalan tanpa ikatan

Terungkap sikap kenak - kanakan

Berdalih tanpa kesiapan

Tak ada pendirian

Mengabaikan pengorbanan

Dari kehadiran tanpa undangan

Seolah kita adalah gangguan

Tiada kesadaran

Tiada penghargaan

Ternyata hanya pasaran

Inilah kenyataan

Jangan terlalu dipikirkan

Mundur dengan perlahan

Pelan - pelan dan lupakan

Kita belum butuh sandaran

Melalui jalan kepedihan

Melewati proses pendewasaan

Luaskan lah pandangan

Hati di neraca selatan

Menjadi sebuah hiburan

Akan kita pertimbangkan

Aku melihat ketulusan

Dari sebuah tatapan

Adanya persahabatan

Kita mendapatkan pertolongan

Kita tidak sendirian

Fokus saja pada tujuan

head>

Sabtu, 31 Desember 2022

Bersama hujan dan awan



Ku coba pahami sesuatu yang tak kumengerti.

Jalan pikiran yang terlalu sulit tuk jalani

Terangi jiwaku dan kau redupkan lagi

Selalu begitu berulang kali

Cobalah pahami dan dengarkan aku

Mimpikan aku dalam tidurmu

Kau adalah bagian hidupku

Dan akan tetap begitu

Banyak hal yang ingin ku ceritakan

Tentang kekosongan yang kurasakan

Tetang pahitnya kehidupan

Dan segala yang tak bisa kutuliskan

Pandanglah diriku sebagai sesuatu

Agar hilang keraguanku

Membawamu ke duniaku

Akan kuhapus kesedihanmu

Aku ingin bersama bintang

Di atas awan dan melayang

Bersama hujan hingga terang

Melebur kesedihan agar tak datang

head>

Jumat, 30 Desember 2022

Semua Yang Hilang



Ku tulis sebuah cerita 

Tentang sesuatu yang indah

Sungguh hari yang cerah

Sampai sesuatu berubah

Indahnya hari itu seolah kuterpaku

tentang sesuatu lengkapi genggamanku

Namun tak bertahan lama

Mungkin pelampiasan saja

Darinya yang terluka dimasa lalunya

Seperti awan disana

Tak dapat pertahankan bentuknya

Kejanggalan begitu terasa

Buatku bingung dan bertanya

Tiada kesalahan berujung keheningan

Yang terus tertahan dari ketiadaan

Sebuah jawaban yang membuat bertahan

Dari gelapnya cahaya kepastian

Membuang ego demi harapan

Di ujung desa hanya alasan

Semua yang hilang dan tenang


head>

Rabu, 23 Oktober 2019

Nyali Tak Sebesar Angan


Terlintas indah di laju hayalku
sebuah kisah usang berparas rindu.
Ketika masih berbaju biru.
Di rumah baru kala itu.
Saat itu aku berada di depan pintu.
Habiskan waktu supaya berlalu.
Sembari memandang jauh.
kudengar tawa sadarkan anganku.
Aku melihatnya seketika jantungku terpacu.
Diwajahnya terukir senyum tulus menerangangi hati ku yg kelabu.
Sampai - sampai buyar bosanku.
Masih merindukan senyum itu walau telah lama berlalu.
Kala itu ingin rasanya mengungkapkan sesuatu.
Tapi nyaliku tak sebesar anganku.
Begitu indah dirimu.
Hingga aku merasa tak pantas untukmu.
Kini tak akan pernah bertemu.
Sejak kita tinggalkan rumah itu.
Tanggalkan baju biru, memasang baju abu.
Kau pergi jauh tinggalkan cerita lalu.
Masih disini di sudut waktu.
Rindukannya dengan hati yang menggebu.
Biarlah tersimpan dan tertutup abu.
Dalam hayalku semua menyatu.
Bukan ku terjebak di masa lalu.
Sekedar cerita kisah dahulu.
head>

Senin, 21 Oktober 2019

Musuh terkuat


Banyak hal yang bisa diucapkan.
Dan tidak semua hal mesti diungkapkan.
Beberapa hal mungkin akan kutulis.
Agar tak terpendam lalu terkikis.
Detik ini ku sampaikan dengan logis.
Walau dengan bahasa yang sok puitis.
Yakinlah hanya kejujuran yang terlukis.

Jujur, saat ini musuhku sangatlah kuat, sedang aku sangatlah lemah. 
Dengan mudahnya ia menyerang ku. 
Dia tak berwujud tapi aku bisa merasakan kehadirannya. 
Begitu kuat dia, ketika dia menghampiriku aku tidak dapat bergerak. 
Seperti terhunus pedang, memaksaku menyerah pasrah. 
Hingga aku tertusuk pedang  kesesatan. 
Menuruti langkah langkah dosa. 
Aku tak dapat melawan lagi. 
Pedang yang kupunya telah tumpul oleh kebodohan. 
Mengharapkan pertolongan Tuhan. 
Agar dibebaskan dari lautan kemunafikan.

Sabtu, 19 Oktober 2019

Delapan Bulan



Sudah delapan bulan aku teguhkan hati disana,
di sumur tua tempat tunas bangsa berkumpul ria,
Yang berdesakan demi air nan suci bersahaja,
Sampai akhirnya kebodohan mengundang kemalasanku,
Membiarkan para tunas layu dan rapuh,
Sebab timba yang kubawa terlalu kecil tuk sebuah sumur tua,
Di malam ini aku renungkan,
kebodohan demi kebodohanku menyulut murka,
Terlalu sering terulang,
Suka dan tawa bisa saja sirna,
Beberapa tali itu mungkin saja akan putus,
Tinggal menunggu waktu sampai kasih terhapus,
Ku yakin pedang itu pasti akan terhunus,
Menusuk cepat tepat dijiwa,
Tak sanggup ku kembali dan memperbaiki,
Sebuah konsekuensi yang mesti kuterima.

Senin, 12 November 2018

Tentang Rasa

Waktu berlalu amat cepat,
Meninggalkan rasa,

Membentuk luka dan gembira,
Adakah kunikmati itu ?,
Berjalan di dalam garis putih,
Yang kadang menyentuh garis hitam

Sadar atau tak sadar,
Begitulah kehidupan bekerja,
Mampukah kunikmati itu ?,
Membuatku bingung sesekali,
Aku sampai di persimpangan,
Jalannya gelap menakutiku,
Dua lentera ditanganku 

Tak bercahaya lagi,
Hanya tersisa lilin kecil bersumbu,
Kubawa lilin itu,

Dan berjalan dikegelapan,
Hanya mampu sekedar 

Menerangi tubuhku saja,
Lelehan lilin itu mengenai tanganku,
Terasa sakit sampai ke hati sanubari,
Kulepaskah lilin ini?, 

Sebab rasa sakit yang dalam ini?
Atau terus berjalan 

Membawa asa menahan rasa?
Berharap temukan satu lentera baru,
Yang lebih besar dan lebih terang,

bercahayakan kesenangan dan ketenangan,
Kan kugenggam erat tak ku lepas,
Hingga luput sang kelam,
Hingga hilang raguku melangkah.
head>

Senin, 29 Oktober 2018

Belum terlambat teman


Sikapmu terhadap mereka
mengingatkanku akan masa ku dulu.
Ketika kekanak - kanakan
masih mendominasiku.
Nasihatnya adalah gangguan buatku.
Pintanya adalah beban bagiku.
Yang kadang ku tak peduli dan tak mau tahu.
Teruu..s berulang - ulang
selalu saja begitu.
Entah setan apa yang merasukiku dulu.
Teman, sudahlah.
Beruntungnya kau
masih memiliki keduanya.
Tetapi yang kulihat adalah
kau masih menyia - menyiakan mereka berdua.
Bersikap baik dengan orang lain, dan tak ramah kepada keduanya.
Teman sudah lah,
Pandang lah wajahnya,
Kau sadar atau tidak
wajah yang kian lesu dan keriput,
rambut yang mulai memutih,
dengan pandangan yang mulai samar - samar.
Perhatikan langkahnya,
tertatih - tatih tak setegar dulu.
Seakan isyarat agar
kau tak hilang peduli.
Teman bila kau bertambah dewasa,
Mereka akan semakin tua.
Berikan warna indah dalam hari - harinya.
Hidup hanya sekali,
dan memiliki merekapun hanya sekali.
Berikan bakti terbaikmu,
sikap terbaikmu,
dan kata - kata terbaikmu.
Bila sudah tiada baru terasa.
Kehadiran mereka tak ternilai harga.
Bahkan omelan dan ocehan
yang dahulu buatmu kesal dan bosan
akan menjadi nyanyian indah tak terlupa.
head>